Jumat, 03 Mei 2013

RINTISAN MENDIRIKAN KBIH 'AISYIYAH BANTUL (Catatan Pribadi Pak Asrori)

Didahului dalam suatu rapat KBIH Arofah di Serambi Masjid Jamasba, di satu malam. (peristiwa ini terjadi di awal tahun 1993). Waktu saya menyatakan pamit untuk tidak lagi bergabung bersama Arofah, meskipun sudah sejak awal saya bersama aktif di dalamnya. Dalam forum itu saya hanya menyatakan, akan meneruskan ibadah dalam bidang pembimbingan calon haji, sekaligus membuka peluang ber- fastabiqul khairaat. Tentu pernyataan saya itu mengundang berragam komentar, semua saya apresiatif saja Motif utama saya, bagaimana dakwah Islam type Muhammadiyah saya bisa tersalur.  
Mengingat bahwa telah munculnya beberapa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji KBIH di Bantul, sedangkan banyak sekali warga Muhammadiyah dan Aisyiyah yang belum bisa tertampung dalam wadah sendiri. Dengan tekad bulat saya mengundang beberapa rekan untuk saya ajak merintis berdirinya KBIH 'Aisyiyah. Mengapa  KBIH 'Aisyiyah dan bukan nama yang lain saja ? Karena PWM sebelumnya telah memiliki komitment, jika di lingkup Muhammadiyah sudah ada KBIH 'Aisyiyah, maka cukup itulah yang harus dipelihara dan dikembangkan, tidak perlu mendirikan yang baru. Kedatangan PWM dalam rangka sosialisasi KBIH 'Aisyiyah itupun, baru saya respon dan saya yang memberanikan diri dalam posisi bukan sebagai ketua PDM. Pada waktu itu hari Kamis, 10 April 2003 jam 16.00 selaku pribadi mengundang beberapa rekan pimpinan, dari antara para bapak dan ibu. Datanglah di rumah kidul Kantor Pos  beberapa dari mereka, yaitu : Drs. H. Ekram Pawiraputra, M.Pd,  Drs. Sahari, Hj. Zamzamah dan Hartadi Prasojo. Dari modal berembug kami berlima ini muncul beberapa kesepakatan antara lain : (1) Jalan dakwah masih amat terbuka melalui pembimbingan para calon haji, (2) KBIH yang didirikan nanti menjadi Amal Usaha Muhammadiyah, (3) Untuk awal operasinya sementara bisa menjadi KBIH Perwakilan dari yang berada di Yogyakarta, (4) Karena kini sudah bulan April, maka perlu segera disosialisasikan, (5) Agar supaya dibuat formal, maka segera dibentuk pengurusnya, (6) Untuk menjaring para peserta secara dini, bisa diselenggarakan arisan-arisan haji, (7) Kita bersemboyan dengan “unggul dan pilihan tanpa merendahkan”  (8) Dapat saja disosialisasikan liwat Radio Persatuan Bantul, sebagai media-elektonik yang mapan dan luas jangkauannya.
Kemudian saya ikuti dengan surat, menyampaikan permohonan dan laporan ke KBIH Aisyiyah DIY. Surat berisi permohonan untuk bergabung menjadi KBIH Aisyiyah Perwakilan Kab. Bantul ; lalu diikuti pula dengan menyertai pertemuan. Bahkan pada tahun 2003 tersebut di suatu rapat pengurus saya pernah sempat mengatakan : “Saya anggota PDM namun selama ini malah aktif di KBIH yang non-'Aisyiyah, maka mulai saat inilah saya menyatakan KEMBALI KE HABITAT. Diawali kata-kata kunci itulah kemudian menjadi “pemeo” yang tersebar secara luas. Opini umum (di lingkungan Muhammadiyah) kemudian menyimpulkan, bahwa habitat saya menjadi anggota PDM maka harus masuk ke KBIH 'Aisyiyah, dan bukan yang lain. Sebab Muhammadiyah secara nasab dan mazhab sebagai induk dari KBIH 'Aisyiyah, itu realitas dan faktual.  
         Pada periode awal (rintisan) 2003-2008 ketua KBIH saya pegang sendiri. Selama periode ini pertumbuhan KBIH masih amat sederhana, terlihat dari laporan Raker-Lima Tahunan yang pertama pada 11 April 2008 bertempat Ruang Pertemuan RSU-PKU Muhammadiyah (selatan jalan). Raker-Pertama KBIH 'Aisyiyah ini sekaligus untuk menandai pergantian pimpinan. Dalam musyda itulah kemudian terpilih ketua yang baru, yaitu Drs.H. Sahari untuk memegang ketua dalam masa-jabatan periode-kedua yaitu periode 2008-2013. Untuk peserta bimbingan calon haji tanah-suci, maka KBIH 'Aisyiyah Kab. Bantul secara berturut-turut telah memberangkatkan jama'ah : Tahun 2003 (25 orang), tahun 2004 (26 orang), tahun 2005 (28 0rang), tahun 2006 (56 orang), tahun 2007 (74 orang), tahun 2008 (88 orang), tahun 2009 (108 orang), tahun 2010 (169 orang), tahun 2011 (206 orang), tahun 2012 (207 orang), dan tahun 2013 (240 orang).  Namun pembimbing ibadah sampai tanah-suci dari KBIH 'Aisyiyah Bantul, pada awalnya masih ditentukan dan ditunjuk oleh KBIH 'Aisyiyah DIY, baru kemudian seterusnya ditunjuk sendiri oleh  BIHA Kab. Bantul. Mereka itu ialah : HM. Asrori Ma'ruf (2005), Drs.H. Syahro Hadiputro (2006), Drs.H.Marzuki (2007), HM. Masyhudi (2008), HM. Asrori Ma'ruf (2009), H.Syahro Hadiputro (2010), H.Suwandi DS (2010), Ir.H.Darnawi, MP (2011), H.Suryanto (2011), Drs.H.Sahari (2012), Drs.H.Marzuki, MPd, (2012), H.Aris Samsugito, SAg (2012), Drs.H.Ekram Prawiraputra, M.Pd (2013), H.Syahro Hadiputro (2013), Tri Murtini (2013), H.Agus Amarullah (2014), H.Marsudi Iman (2014), Hj. Zamzamah (2014), Marsudi Iman (2014), Umar Sobri (2015), Sukapdal Sasiyah (2015), Ir.H.Edy Suharyanto (2016), Drs.H.Marzuki (2016),Hj. Sayuti (2016), Drs.H.Sahari (2017), H.Ahmad Basuni (2017), H.Purwono (2018), Hj. Arifah (2018), Ir.H.Darnawi (2018), H.Aris Samsugito (2018), H.Wasir Nuri BA (2019), Hartadi Prasojo,SE (2019), Farida Ulfah Ma'rifah, SH (2019), H.Suwandi DS (2019), H.Agus`Amarullah (2020), H. Mugiyanto MSI (2020), Sugeng Prihatin SH (2020), Sri Wahyuni Umar Sobri (2020), Drs.H. Gita Danupranata MM (2021), H. Nanang Joko Purwanto (2021), H.Ponijo Ibnu Harto (2021), Hj.Sri Suwarni Suryanto (2021), Drs.H.Marzuki (2022), Suwardiman, S.Ag (2022), Hj. Wahyu Sinangsih (2022), H. Nanang Joko Purwanto (2024), H. Suhadi, S.Pd (2024), H.Aris Samsugito (2026), AR. Qomaru (2026); dan H.Agus Amarulloh MA (2026). Dengan demikian, maka untuk seterusnya pada setiap tahun, KBIH 'Aisyiyah selalu mendaftarkan calon Pembimbing ke Tanah Suci rata-rata dua sampai empat orang pembimbing. Artinya setiap tahun pemberangkatan haji KBIH 'Aisyiyah selalu bisa memberangkatkan pembimbing yang mendampingi calon-haji sampai ke tanah suci. Sehingga setiap tahun tidak pernah lowong, bahkan kepada para pembimbing KBIH 'Aisyiyah diseyogyakan dapat membantu jama'ah haji KBIH lain. Khususnya KBIH yang kebetulan tidak bisa memberangkatkan pembimbingnya ke Tanah Suci ; ini seperti kasus haji tahun 2012 dalam membantu rekan-rekan jama'ah KBIH Arofah.
         Pertumbuhan KBIH 'Aisyiyah Bantul semakin menggembirakan mulai menginjak tahun 2009. Hal ini ditandai dengan antara lain : (1) Semakin meluasnya jaringan yang dibangun, dengan melibatkan generasi lebih muda yang memiliki kompetensi memadai. (2) Lebih meratanya pembagian tugas pembimbingan ke Tanah Suci, dari antara para pembimbing yang tersedia, (3) Memperkuat pimpinan atau pengurus yang melibatkan para Alumni Bimbingan Haji 'Aisyiyah (ALBHA) yang potensial, (4) Menjalin jaringan dengan perguruan tinggi Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta, a.l. UAD dan UMY, (5) Penyegaran ilmu dan pengetahuan tentang haji dengan nara-sumber dan pemateri ulama-ulama dari Majlis Tarjih PP Muhammadiyah Yogyakarta, (6) Intensif penyelenggaraan pengajian-rutin ALBHA pada setiap Tahun Angkatan, agar mengikat  kelangsungan sillaturrahmi dalam upaya memelihara kemabruran haji, (7) Bertekad benar-benar memfungsikan KBIH ini sebagai pembimbingan ibadah, pembimbingan phisik dan mental untuk semua calon haji peserta bimbingan dari Kabupaten Bantul. Bahkan KBIH 'Aisyiyah juga mengembangkan usahanya dengan membuka Bimbingan Umrah. Sudah memberangkatkan jama'ah Umrahnya yang pertama, dengan dipimpin pembimbingnya H. Suwandi DS bekerjasama dengan Biro Perjalanan PT Sahara Tour.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host